5Blogger – Menjelang Hari Raya Idulfitri, tren berbagi hampers atau bingkisan Lebaran semakin marak di kalangan masyarakat. Hampers menjadi simbol perhatian dan bentuk berbagi kebahagiaan kepada keluarga, kerabat, rekan kerja, hingga mitra bisnis. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana dampak ekonomi dari tren hampers ini.
Hampers Lebaran saat ini menawarkan berbagai jenis produk, mulai dari makanan, perlengkapan ibadah, hingga barang-barang mewah. Meskipun semakin digemari, menurut Nailul Huda, Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi CELIOS, tren hampers Lebaran memiliki dampak ekonomi yang terbatas. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah sifat tren ini yang segmented.
“Simak Juga: Nasi Padang, Tradisi Kuliner Minangkabau”
“Hampers Lebaran dilakukan sekali dalam setahun dan lebih banyak dilakukan oleh kalangan tertentu yang memiliki kemampuan finansial lebih,” kata Nailul Huda. Oleh karena itu, tren ini cenderung terbatas pada segmen masyarakat tertentu yang mampu memberikan hampers kepada orang lain.
Meskipun tren hampers mendorong permintaan barang, Nailul Huda menilai dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan tetap kecil. Hampers bukanlah kebutuhan utama dalam perayaan Idulfitri, melainkan tradisi tambahan yang hanya diikuti oleh sebagian kalangan. Sebagai hasilnya, kontribusi tren hampers terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlalu besar.
Di sisi lain, ada potensi dampak negatif dari tren ini. Kebiasaan memberikan hampers bisa berkembang menjadi budaya konsumtif yang tidak sehat. Tekanan sosial untuk memberikan hampers dapat memicu perilaku konsumtif yang tidak bijak, terutama jika dilakukan secara berlebihan. Beberapa orang bisa terjebak dalam pengeluaran yang lebih besar hanya untuk memenuhi ekspektasi sosial atau menjaga gengsi, yang berisiko membebani kondisi keuangan individu.
Selain itu, Nailul Huda menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, hampers tidak lagi didominasi oleh produk lokal, seperti makanan atau kerajinan tangan yang dapat memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri. Banyak hampers kini berisi barang-barang impor, seperti produk kecantikan, aksesori, atau perlengkapan rumah tangga yang didatangkan dari luar negeri. Hal ini semakin memperkecil dampak positifnya terhadap ekonomi nasional, karena uang yang dibelanjakan justru mengalir ke luar negeri.
“Tren hampers saat ini lebih banyak berisi barang impor, yang tentu saja tidak memberikan dampak signifikan bagi ekonomi lokal,” pungkasnya.
“Baca Juga: Cara Mengatasi Asam Urat, Tips dan Penanganan yang Tepat”
This website uses cookies.