Polemik Royalti Musik di Industri Kuliner: Rp 120 Ribu per Kursi, Apa Aturannya?

5Blogger – Tagihan royalti musik kepada para pelaku industri kuliner seperti restoran, kafe, dan bar kini memicu polemik di tengah masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah besaran tarif Rp120.000 per kursi per tahun yang dinilai memberatkan dan kurang jelas. Lantas, seperti apa aturan resminya?

Ketidakjelasan Tarif Royalti di Lapangan

Sejumlah pemilik usaha kafe di Yogyakarta memilih tidak memutar musik untuk sementara. Mereka khawatir dikenakan sanksi karena ketidaktahuan mengenai ketentuan pembayaran royalti musik.

Rifkyanto Putro, pemilik Wheelsaid Coffee, menyampaikan bahwa meskipun ia mendukung perlindungan hak cipta musisi, sosialisasi dan mekanisme pembayaran masih belum jelas. “Rp120.000 dikalikan 25 kursi, itu untuk satu lagu, satu band, atau per total lagu? Informasinya belum transparan,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

“Simak Juga: Hadiah HUT RI, MRT-KRL Cuma Rp 80 & Diskon Belanja dari Prabowo”

Putro juga mengungkapkan bahwa musik di kedainya biasanya berasal dari platform streaming seperti Spotify dan YouTube Music, yang sebenarnya hanya diperuntukkan untuk konsumsi pribadi. Karena itulah, ia mempertimbangkan untuk berhenti memutar musik sepenuhnya sampai ada kejelasan regulasi.

“Khawatir juga sih, jadi mungkin mulai bulan ini nggak pasang lagu dulu,” jelasnya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa musik bukan elemen utama dalam konsep kedainya, sehingga keputusan tersebut tidak berdampak besar pada operasional.

Respons LMKN: Tak Perlu Takut Bayar Royalti

Menanggapi keresahan pelaku usaha, Ketua Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Dharma Oratmangun, mengimbau pelaku industri kuliner untuk tidak terlalu khawatir. Ia menekankan bahwa membayar royalti tidak akan membebani usaha secara signifikan.

“Kenapa harus takut? Bayar royalti tidak akan membuat usaha bangkrut. Ini bagian dari menghargai hak para pencipta lagu,” tegas Dharma dalam sebuah pernyataan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat.

Aturan Resmi Tarif Royalti Musik

LMKN menetapkan tarif royalti berdasarkan Keputusan LMKN Nomor: 20160512RKBD/LMKN-Pleno/Tarif Royalti/2016. Tarif ini berlaku bagi pelaku usaha jasa kuliner yang memutar musik komersial, seperti restoran, kafe, bar, dan diskotek.

Berikut rincian tarif royalti resmi:

1. Restoran dan Kafe

  • Royalti pencipta: Rp60.000 per kursi/tahun
  • Royalti hak terkait: Rp60.000 per kursi/tahun
  • Total: Rp120.000 per kursi/tahun

2. Pub, Bar, dan Bistro

  • Royalti pencipta: Rp180.000 per m²/tahun
  • Royalti hak terkait: Rp180.000 per m²/tahun

3. Diskotek dan Klab Malam

  • Royalti pencipta: Rp250.000 per m²/tahun
  • Royalti hak terkait: Rp180.000 per m²/tahun

Pembayaran royalti dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Tujuannya adalah untuk memastikan pencipta lagu dan pemilik hak terkait mendapatkan penghargaan yang layak atas karya mereka yang diputar secara publik.

“Baca Juga: Pemerintah Gulirkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk 53,8 Juta Anak Sekolah”

Recent Posts

Evolusi Tren Blogging: Dari Teks Hingga Video AI

5 Blogger - Laporan terbaru dari WordPress.com tahun 2024 mengungkap fakta mengejutkan bahwa lebih dari 70 juta postingan blog baru…

1 hari ago

Dampak Buruk Kerja Remote dan Tips Kesehatan Pekerja Lepas yang Efektif

5 Blogger - Laporan Microsoft Work Trend Index 2022 mengungkap fakta mengejutkan bahwa 53% pekerja model hybrid dan remote mengalami…

6 hari ago

Di Balik Layar: Tantangan Penulis dalam Menghadapi Tren Industri Hiburan Digital

5 Blogger - Laporan APJII 2024 menyebut 78,19 persen penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Ledakan ini mengubah peta…

2 minggu ago

Evolusi Konten Pribadi: Strategi Mengadopsi Platform Blog Modern Terkini

5 Blogger - Data terbaru dari W3Techs tahun 2024 menunjukkan bahwa pangsa pasar CMS tradisional mulai mengalami stagnasi, sementara penggunaan…

3 minggu ago

Di Balik Layar: Fakta Sebenarnya Menjalani Karir Freelance Blogger Profesional

5 Blogger - Bayangan bekerja di bawah pohon kelapa sambil menikmati kelapa muda adalah klise yang sering menyesatkan tentang dunia…

4 minggu ago

Di Balik Layar Blogger: Strategi Konten Blog Profesional di Tengah Gempuran AI

5 Blogger - Data terbaru dari Orbit Media mengungkap bahwa waktu rata-rata yang dihabiskan penulis untuk membuat satu artikel kini…

1 bulan ago